I am ready !!!

Setelah beberapa hari ini bergulat (haha istilahnya) dengat tekat dan kebulatan hati akhirnya saya memutuskan untuk ngeblog lagi (prok.. prok.. prok..). Ah saya harus minta maaf dulu sama blog yang sudah saya  terlantarkan ini sejak awal pembuatannya (berlutut di depan blog).

Awalnya pembuatan blog ini memang karena tuntutan tugas sekolah yang mewajibkan siswanya memiliki blog. Karena tuntutan sekolah jadi saya tidak terlalu antusias untuk mengisi blog ini, apalagi isi blog harus berhubungan dengan dunia pendidikan.

Tapi setelah membaca sebuah novel yang diangkat dari blog pribadinya, saya jadi terpikir untuk ngeblog lagi (lagi? emang pernah ngeblog?) ya.. saya pernah ngeblog walaupun hampir dibilang sangat jarang. Satu hal yang terpikir di benak saya sebelum ngeblog adalah "gue bisa ngungkapin apapun yg gue pikirin di blog". Dan satu lagi, saya kadang iri melihat orang-orang yang kayaknya asyik banget ngeblog.

Dengan tekat itulah akhirnya saya membuka kembali blog yang sudah sering mati suri ini dan mulai mengetik kata demi kata untuk kembali meramaikan blog ini. Saya janji untuk lebih mengurus blog ini (peluk blog) walaupun mungkin tidak mudah :D

Cinta, seperti ini kah?

Tadi sore ibu saya mendengarkan radio yang kebetulan di salah satu saluran sedang memainkan sebuah lagu indonesia yang saya tidak tau nama penyanyi dan judul lagunya. Saya yang kebetulan saat itu sedang mengerjakan PR kimia (yang sebenarnya menyalin contekan) berhenti sejenak untuk mendengarkan lirik lagu tersebut. Kira-kira lirik lagunya seperti ini,


Aku bisa mati, bila tak ada dirimu


Lalu saya berfikir, apa benar bila tidak ada "dirimu" "aku" bisa mati? Apa orang yang benar-benar mencintai seseorang dia tidak akan bisa hidup tanpa orang itu? Apa cinta sengeri itu?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggantung dipikiran saya.


Saya memang pernah jatuh cinta, tapi mungkin perasaan cinta saya ini masih tergolong cinta anak SMA. Saya jatuh cinta, mencintai orang itu, saya bahagia bisa dekat dengan orang itu. Tapi mungkin saat itu cinta belum berpihak pada saya, orang yang saya cintai sudah punya pacar. Saya memang sakit hati dan galau, tapi beberapa bulan kemudian saya mulai bisa melupakan semuanya (kenapa jadi curcol gini).


Kembali ke masalah cinta yang tergambar dalam lirik lagu tersebut. Saya jadi berfikir apakah yang sudah saya alami ketika saya menyukai seseorang itu bukan cinta? Masalahnya saya saat mencintai (dalam persepsi saya) orang itu saya tidak berfikir akan mati bila tidak ada orang yang saya cintai itu. Dan lagi saya masih sayang dengan hidup saya


Akhirnya saya menyimpulkan, mungkin memang ada cinta yang seperti yang tergambar dalam lirik lagu tersebut. Hanya saja saat ini saya belum pernah mengalami yang seperti itu. Yah, inilah cinta yang kadang memang rumit untuk dipahami. Karena cinta untuk di rasakan.

Beberapa hari ini saya lagi suka mendengarkan lagunya Shin Min Ah - I Can Give You All. Lagunya benar-benar membuat galau sangat cocok didengarkan waktu mau tidur. Apa lagi liriknya benar-benar romantis.



Shin Min Ah – 있어 (I Can Give You All) Lyric



몰랐어 마음이 아파오기 전까지


Mol-lass-eo ma-eum-i a-pa-o-gi jeon-gga-ji nan


사랑이 머무는 곳은 가슴속이란


Sa-rang-i meo-mu-neun gos-eun ga-seum-sok-i-ran geol


바라보지만 그리움만 더욱 커져


Ba-ra-bo-ji-man nan geu-ri-um-man deo-uk keo-jyeo


주어도 주어도 모자란 그럴까


Ju-eo-do ju-eo-do mo-ja-ran geon wae geu-reol-gga


받은건 없는데 이젠 그대가 전부야


Bad-eun-geon eobs-neun-de i-jen geu-dae-ga jeon-bu-ya


다줄 있어 그댈 위한 것은 모두


Da-jul su iss-eo nan geu-dael wi-han geos-eun mo-du


바람아 불어와 사랑 전해다주렴 내님께


Ba-ram-a bul-eo-wa nae sa-rang jeon-hae-da-ju-ryeom nae-nim-gge


어디로 가더라도


Eo-di-ro ga-deo-ra-do


훗날 여기 없어도


Meon hot-nal na yeo-gi eobs-eo-do


지켜만주렴 내님을 더운 사랑으로


Ji-kyeo-man-ju-ryeom nae-nim-eul deo-un nae sa-rang-eu-ro


사랑해 죽는날까지


Sa-rang-hae juk-neun-nal-gga-ji nan neol

혼자도 아쉬운 것이 없었던 나인데


Hon-ja-do a-swi-un geos-i eobs-eott-deon na-in-de


이제는 그대만 바랄뿐 다른건 하나도 안보여


I-je-neun geu-dae-man ba-ral-bbun da-reun-geon ha-na-do an-bo-yeo


다할 있어 그대곁에 머문다면


Da-hal su iss-eo nan geu-dae-gyeot-e meo-mun-da-myeon


하루를 살아도 그대와 같이 수만 있다면


Ha-ru-reul sal-a-do geu-dae-wa gat-i hal-su-man itt-da-myeon


그거면 필요 없어


Geu-geo-myeon dwae da pil-yo eobs-eo


이제야 알겠어 정말로 사는게 어떤 것인지


I-je-ya al-gess-eo jeong-mal-ro sa-neun-ge eo-ddeon geos-in-ji


그대가 내게 선물


Geu-dae-ga nae-ge jun seon-mul


사랑해 언제까지나


Sa-rang-hae eon-je-gga-ji-na nan neol



English Translate:



I didn’t know until I was broken-hearted
where love stayed was inside my chest
Just looking at you, my yearning grows even deeper
I give and give, but why is it not enough?
There is nothing in return, but you’re my everything now



I can give you all. For you, I can give everything.
Oh the blowing wind, please pass along my love to him
No matter where I go
when I’m not here in the far future
when I’m not here in the far future
I’ll still protect him with my passionate love
I love you, until the day I die



I wanted for nothing when I was on my own
Now I want only you, I don’t see anyone else
I can do everything if I stay by your side
Just to live for one day, if I can be with you
that will do. I don’t need anything else.
Now I understand what it is like to truly live
You are a gift to me
I love you for ever and ever



Indonesian Translate:


Aku tidak tahu sampai aku patah hati
Di mana cinta tinggal ada di dalam dadaku
Hanya melihatmu, kerinduanku tumbuh bahkan lebih dalam
Aku memberi dan memberi, tapi mengapa itu tidak cukup?
Tidak ada yang kembali, tapi kau segalanya bagiku sekarang
Aku bisa memberikan semua. Untukmu, aku bisa memberikan segalanya.



Oh angin bertiup, tolong sampaikan cintaku padanya. Di mana pun aku pergi, saat aku tidak di sini di masa depan yang jauh. saat aku tidak di sini di masa depan yang jauh. Aku masih akan melindunginya dengan gairah cintaku. Aku mencintaimu, sampai hari kematianku. 



Aku tidak ingin apa-apa saat aku masih sendiri. Sekarang yang aku ingikan hanya kau, aku tidak melihat orang lain. Aku dapat melakukan segalanya jika saya tetap di sisimu. Hanya untuk tinggal selama satu hari, jika aku bisa bersamamu yang akan terjadi. Aku tidak membutuhkan hal lain.Sekarang aku mengerti bagaimana rasanya benar-benar hidup. Kau adalah hadiah untukku. Aku mencintaimu selama-lamanya

Pendidikan Karakter Di Sekolah

Secara harfiah karakter artinya “kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau reputasi ” (Hornby dan Pornwell, 1972: 49). Dalam kamus Psikologi dinyatakan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang yang biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relative tetap (Dali Gulo, 1982: 29). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Melalui program ini diharapkan setiap lulusan memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.
Pendidikan karakter di sekolah sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi, nilai-nilai yang perlu ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, dan komponen terkait lainnya. Dengan demikian manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah.Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. Budaya sekolah yang dimaksud yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah.
Pendidikan dalam arti luas adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan pada diri seseorang tiga aspek dalam kehidupannya, yakni, pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Upaya untuk mengembangkan ketiga aspek tersebut bisa dilaksanakan di sekolah, luar sekolah dan keluarga. Kegiatan di sekolah direncanakan dan dilaksanakan secara ketat dengan prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan. Pelaksanaan di luar sekolah, meski memiliki rencana dan program yang jelas tetapi pelaksanaannya relatif longgar dengan berbagai pedoman yang relatif fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Pelaksanaan pendidikan dalam keluarga dilaksanakan secara informal tanpa tujuan yang dirumuskan secara baku dan Tertulis.

Dengan mendasarkan pada konsep pendidikan tersebut di atas, maka sesungguhnya pendidikan merupakan pembudayaan atau "enculturation", suatu proses untuk mentasbihkan seseorang mampu hidup dalam suatu budaya tertentu. Konsekuensi dari pemyataan ini, maka praktek pendidikan harus sesuai dengan budaya masyarakat akan menimbulkan penyimpangan yang dapat muncul dalam berbagai bentuk goncangan-goncangan kehidupan individu dan masyarakat.

Tuntutan keharmonisan antara pendidikan dan kebudayaan bisa pula dipahami, sebab praktek pendidikan harus mendasarkan pada teori-teori pendidikan dan giliran berikutnya teori-teori pendidikan harus bersumber dari suatu pandangan hidup masyarakat yang bersangkutan.

A. Praktek pendidikan modern

Bangsa Indonesia telah mengalami berbagai bentuk praktek pendidikan: praktek pendidikan Hindu, pendidikan Budhis, pendidikan Islam, pendidikan zaman VOC, pendidikan kolonial Belanda, pendidikan zaman pendudukan Jepang, dan pendidikan zaman setelah kemerdekaan (Somarsono, 1985). Berbagai praktek pendidikan memiliki dasar filosofis dan tujuan yang berbeda-beda. Beberapa praktek pendidikan yang relevan dengan pembahasan ini adalah praktek-praktek pendidikan modern zaman kolonial Belanda, praktek pendidikan zaman kemerdekaan sampai pada tahun 1965, dan praktek pendidikan dalam masa pembangunan sampai sekarang ini.

Standar Profesional Guru

Dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan disadari satu kebenaran fundamental, yakni bahwa kunci keberhasilan mempersiapkan dan menciptakan guru-guru yang profesional, yang memiliki kekuatan dan tanggung jawab yang baru untuk merencanakan pendidikan di masa depan.

Dalam kaitan mempersiapkan guru yang berkualitas dimasa depan, dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini dihadapkan pada persoalan bagaimana meningkatkan kualitas sekitar 2 juta guru yang sekarang ini sudah bertugas di ruang-ruang kelas.

A. Kualitas dan karir

Pada dasarnya peningkatan kualitas diri seseorang harus menjadi tanggung jawab diri pribadi. Oleh karenanya usaha peningkatan kualitas guru terletak pada diri guru sendiri. Untuk itu diperlukan adanya kesadaran pada diri guru untuk senantiasa dan secara terus menerus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan guna peningkatan kualitas kerja sebagai pengajar profesional.

Rasanya Ingin 'Meledak'

Aaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrghhhhhhgggghhh
Rasanya aku ingin berteriak untuk melepaskan semua emosi yang aku rasakan saat ini. Bagaimana tidak, aku terancam bankrut gara-gara orang tak bertanggung jawab itu. Meminjam buku pakai kode perpustakaanku dan sampai sekarang belum dikembalikan. Dan aku harus menggantinya.
Aku sudah berusaha mencari siapa orangnya, tapi hasilnya tetap nihil. Selama mencari orang itu aku berusaha menahan rasa kesal dan marah, namun aku tidak bisa terus menahannya. Puncaknya hari ini emosiku benar-benar meladak. Pada saat itu aku yang benar-benar kesal duduk dikursiku, tiba-tiba tanpa disangka dan diduga Miss Eve menggigitku.