Cinta, seperti ini kah?

Tadi sore ibu saya mendengarkan radio yang kebetulan di salah satu saluran sedang memainkan sebuah lagu indonesia yang saya tidak tau nama penyanyi dan judul lagunya. Saya yang kebetulan saat itu sedang mengerjakan PR kimia (yang sebenarnya menyalin contekan) berhenti sejenak untuk mendengarkan lirik lagu tersebut. Kira-kira lirik lagunya seperti ini,


Aku bisa mati, bila tak ada dirimu


Lalu saya berfikir, apa benar bila tidak ada "dirimu" "aku" bisa mati? Apa orang yang benar-benar mencintai seseorang dia tidak akan bisa hidup tanpa orang itu? Apa cinta sengeri itu?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggantung dipikiran saya.


Saya memang pernah jatuh cinta, tapi mungkin perasaan cinta saya ini masih tergolong cinta anak SMA. Saya jatuh cinta, mencintai orang itu, saya bahagia bisa dekat dengan orang itu. Tapi mungkin saat itu cinta belum berpihak pada saya, orang yang saya cintai sudah punya pacar. Saya memang sakit hati dan galau, tapi beberapa bulan kemudian saya mulai bisa melupakan semuanya (kenapa jadi curcol gini).


Kembali ke masalah cinta yang tergambar dalam lirik lagu tersebut. Saya jadi berfikir apakah yang sudah saya alami ketika saya menyukai seseorang itu bukan cinta? Masalahnya saya saat mencintai (dalam persepsi saya) orang itu saya tidak berfikir akan mati bila tidak ada orang yang saya cintai itu. Dan lagi saya masih sayang dengan hidup saya


Akhirnya saya menyimpulkan, mungkin memang ada cinta yang seperti yang tergambar dalam lirik lagu tersebut. Hanya saja saat ini saya belum pernah mengalami yang seperti itu. Yah, inilah cinta yang kadang memang rumit untuk dipahami. Karena cinta untuk di rasakan.

0 komentar:

Posting Komentar